Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Ayo bangkit dari kegagalan




Sahabat...,jika kita terjatuh dari masalah maka kita harus apa coba???
Ya tentu BANGKIT lah... ok saya akan bahas sedikin tentang masalah tejatuh maka kita wajib BANGKIT kembaliiii
                                              
Sahabat..,ga akan ada jalan lain kecuali kita segera bangkit dari keterpurukan ini. O yah, selain kudu memahami islam lebih dalam lagi,kita juga di tuntut untuk menanggalkan segala bentuk pemikiran dan budaya dari musuh-musuh islam. Biar efektif, gitu lho.
Sahabat.., pastinya kita ga akan mau dong jadi orang yang punya semangat minimalis,qanaah kita saat ini. Celakanya justru kondisi kita sekarang ini lagi ada di bawah.kan aneh dong kalo gak mau bangkit. Kamu yang gagal lulus ujian, kamu yang ngelamar kerjaan,termasuk kamu yang gagal menjadi menantu, jangan putus asa. Masih ada hari esok untuk kita. Tapi tentunya hari esok yang lebih baik tak akan pernah ada bagi mereka yang malas untuk bangkit.Allah swt berfirman,
“sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (Q.S AR-RAD:11)

 Sahabat..,bangkit itu perlu,bahkan wajib sobat. Apalagi bila kita bicara tentang masa depan islam. Ya, islam agama yang kita anut, belum kembali kepuncak kejayaan setelah mengalami kemunduran. Dan yang berperan selama ini di saat maju dan mundur adalah kita, kaum muslimin.

Sahabat.., ketika islam mencapai kegemilangan di masa Rasulullah da khulafa ar-rasyidin  serta pemimpin-pemimpin setelahnya,umat islam sedang getol-getolnya menjadikan islam sebagai pedoman hidupnya. Islam sudah menyatu dalam pemahaman dan tingkah laku kaum ,uslimin di masa lalu. Mereka sama sekali tak mau melepaskan diri dari islam.

Sahabat.., islam itu maju loh..,ketika umatnya juga lengket dengan ajaran islam. Dari pada melepaskan akidah islam, lebih baik nyawa melayang. Lebih mulia ko di hadapan Allah.
Eh, begitu umat islam menjauhi agamanya, saat itulah islam perannya mulai luntur. Semakin hari semakin hilang wibawanya. Umat islam berlomba-lomba meninggalkan islam. Maklum, pada saat yang bersamaan serangan terhadap islam semakin gencar. Sebagai contoh,umat islam dicekoki dengan pemahaman bahwa jihad tidak wajib lagi.

Sahabat.., jihad itu defensif, alias bertahan.padahal, jihad bisa effensif, alias melakukan berbagai penaklukan seperti di masa Rasulullah, para khulafa ar-rasyidin , dan pemimpin setelahnya. Jihad juga bisa berarti defensif, alias bertahan.
Singkatnya, begitu kaum muslimin terbuai dengan pemahaman itu, palestina di serbu dan di rebut pasukan salib eroupa. Saat itu, kaum muslimin lengah. Memang, meski akhirnya pelestina kembali bisa menjadi kaum muslimin pada peran berikutnya, tetapi ide sesat kadung udah menyebar di kalangan kaum muslimin.


Sahabat..., dan akhirnya apa yang terjadi sekarang? Giliran israel yang mengacak ngacak tanah palestina. Dan kita semua hanya mampu diam. Padahal jumlah israel itu sedikit, tetapi berani melawan kita mereka berani apakah kitanya yang pengecut????.. ini salahsatu contoh lho. Masih banyak kasus lain yang menunjukan keterpurukan kita saat ini.
Jadi sahabat.... ini upaya membangkitkan islam dan kaum muslimin adalah syarat mutlak untuk menjadikan islam sebagai kekuatan andal di dunia ini. Dan ini tanggung jawab kita, sobat.

Sahabat.... semangat lah dalam berjuang ini jangan pernah menyerah...
“JATUH ITU BIASA TAPI BANGUN ITU LUAR BIASA”
                                      


                                                                                      *o. Solihin*

hakikat do'a yang akan di kabulkan oleh Allah.



“Sahabat saya di sini akan menerangkan sedikit masalah yang di anggap spele menurut saya ini yaitu tentang masalah DO’A”
Sahabat..., pernahkah engkau mengalami seperti saya ini dengan menganggap do’a itu spele?yang pasti sahabat pernah mengalami iya kan?..,pasti semua orang juga mengalami hal seperti ini...!! Ketika saya belum tau apa sih isi dari kandungan do’a ini..., ternyata saat saya menyelidiki masalah do’a, saya sangat terkejut...! terkejut kenapa coba ? ternyata do’a itu adalah salahsatu obat kita yg sangat tangguh dan kuat..!
Sahabat... saat saya mengatakan “ ah kenapa sih saya seperti ni terus katanya do’a itu akan di kabulkan tapi kenyataannya TIDAK!!”..,sahabat jangan sampai sahabat ini seperti saya ini karena kenapa saya waktu mengucapkan perkataan ini, saya belum mengenali islam dan al-quran itu lebih dekat lagi...
Sahabat.... ternyata do’a itu ada aturannya lohhhh... seperti yang di cantumkan oleh allah di dalam AL-QUR’AN ini, yaitu: “al-qur’an surat al-baqarah ayat 153”
Yang artinya: “wahai orang-orang yang beriman! Mintalah pertolongan kepada allah dengan sabar dan shalat.sungguh allah beserta orang yang sabar”.(al-baqara:153)
Sahabat... jika kita mengambil makna dari arti ayat di atas.., jika kita ingin meminta sesuatu kepada allah maka mintalah....!!,khususnya buat orang-orang yg beriman jika anda ingin meminta pertolongan kepada allah maka mintalah, tapi memintannya itu dengan cara “SABAR DAN SHALAT” seperti yg di jelaskan ayat yg di atas....
Sahabat.... allah juga akan mengabulkan semua permintaannya kita kecuali sahabat memenuhi sharat-syarat yang allah inginkan yaitu kita harus bertaqwa kepadanya jangan meninggalkan apa yg  di perintahkan olehnya dan lain sebagainya....,dan yang paling penting sahabat jangan sampai menduakan allah..., yang di sebut dengan menduakan allah itu apa coba?... yaitu sahabat jangan sampai mempersekutukan Dia dengan cara menyembah ke selain allah.., jika sahabat menyembahnya bukan kepada allah maka sahabat akan tau siksaan allah itu yang sangat pedih yaitu api NERAKA....
Sahabat.... jangan sampai sahabat berhenti berdo’a kepada allah.., jika sahabat mempunyai permintaan? Mintalah kepada allah...! jangan sampai sahabat meminta bukan keselain allah INGAT itu...!!!
Sahabat...yang tadinya saya mengatakan (do’a itu tidak penting), ternyata setelah saya mengetahui dali-dali di dalam al-qur’an  ternyata do’a itu lebih kuat apabila kita mengetahui apa isi dari do’a itu...,
Sahabat.....apalagi kalau sahabat jadi anak yang shaleh dan shalehah pasti allah akan sayang kepada sahabat apalagi kita berdo’a pasti akan di kabulkan...,
Sahabat... do’a itu ada yang di kabulkan secara langsung dan ada juga yg di tunda mungkin selama satu minggu, atau setahun dan sebagainya MUNGKIN.., tapi sahabat juga harus selalu berdo’a kepadanya jangan menyerah walaupun allah tidak mengabulkan do’a kita secara langsung kita juga harus selalu beriman kepadanya jangan sampai sahabat melupakan kewajiban-kewajibannya ingat itu oke!!!
Sahabat... faktor kenapa do’a kita belum di kabulkan mungkin allah akan mengabulkannya belum saatnya., atau bisa jadi sahabatnya belum bisa memperdekatkan hatinya dengan allah., atau dengan al-qur’an juga....

Sahabat..... terasanya saat sekarang ini saya yang tadinya  menyepelekan kata DO’A, ternyata saya sangat menyesal sekali karena telah menyepelekan kata do’a ini.,Semoga sahabat tidak seperti saya ini yang menyepelekan kata do’a ini....
Sahabat.... tetap semangat ok dalam berdo’anya dan jangan sampai di lupakan  berusahanya dan ikhtiarnya jangan di lupakan juga....!!!!! SEMANGAT




                                                                                                                    ( syukran)

                                                                                                                                  Andrianto

3 Obat untuk Penyakit Hati


3 Obat untuk Penyakit Hati

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas masalah tasyfiatun nufus (penyucian jiwa), dimana menjadi sangat penting untuk pribadi-pribadi muslim saat ini. Sehingga kewajiban untuk para da’i menyampaikannya kepada kaum muslimin, apalagi di momen yang tepat. Berikut ini sajiannya:
Bismillahirrahmaanirrahiim
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَمَّا بَعْد
Kaum muslimin yang berbahagia
Puji Syukur Alhamdulillah kita panjatkan ke hadhirat Allah subhaanahu wa ta’ala, Sang Pemberi petunjuk, Yang menguasai dan mengendalikan seluruh hati manusia. Puji syukur kita haturkan pula kepada Allah, karena dengan rahmat dan hidayahnya, kita bisa merasakan nikmatnya ibadah dan ketaatan kepada-Nya.
Hadhirin yang berbahagia.,
Seperti yang kita sadari bersama, umumnya manusia sangat sulit untuk melakukan ibadah kepada Allah. Umumnya manusia sangat malas untuk diajak melakukan ketaatan kepada Sang Pencipta. Mengapa?
Kita semua akan memiliki jawaban yang sama, karena manusia dibekali dengan hawa nafsu. Hanya saja, manusia berbeda-beda. Ada yang hawa nafsunya lebih menguasi dirinya, sehingga dia bergelimang dengan maksiat, namun dia tidak merasa bersalah. Ada yang hati nuraninya lebih mendominasi, sehingga dia menjadi hamba yang taat.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,
Jika kita perhatikan, sejatinya iman, islam, dan ketaatan kepada Allah adalah sebuah kenikmatan. Terdapat banyak dalil yang menunjukkan bahwa ibadah bisa dirasakan kenikmatannya, diantaranya firman Allah ketika menceritakan salah satu kenikmatan yang Allah berikan kepada para sahabat,
وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
Ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauan kalian dalam beberapa urusan benar-benarlah kalian mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kalian ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hati kalian… (QS. Al-Hujurat: 7).
Atas petunjuk Allah ta’ala, Allah jadikan para sahabat manusia yang bisa menikmati lezatnya iman, bahkan Allah jadikan iman itu sesuatu yang indah pada hati para sahabat. Sehingga kecintaan mereka kepada kebaikan, mengalahkan segalanya.
Kemudian dalam hadis dari Abbas bin Abdul Mutahalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا
“Akan merasakan nikmatnya iman, orang yang ridha Allah sebagai Rabnya, islam sebagai agamanya, dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai rasulnya.” (HR. Muslim, Turmudzi dan yang lainnya).
Dalam hadis di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut tiga kriteria:
  • Orang yang mentauhidkan Allah dengan sepenuhnya, sebagai bukti dia ridha Allah sebagai Rabnya,
  • kemudian dia menjadikan syariat islam sebagai aturan hidupnya, sebagai bukti dia ridha bahwa islam sebagai agamanya
  • dan dia mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hidupnya
orang yang memiliki 3 kriteria ini akan merasakan lezatnya.

Dalam hadis lain, yang mungkin hadis ini sering kita dengar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
“Tiga hal, siapa yang memilikinya maka dia akan merasakan lezatnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari pada selainnya, dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan dia sangat benci untuk kembali kepada kekufuran, sebagaimana dia benci untuk dilempar ke neraka.” (HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya).
Semua dalil di atas menunjukkan betapa iman, islam, dan segala turunannya, merupakan kenikmatan dan bisa dirasakan lezatnya.
Hadhirin, jamaah yang kami hormati,
Yang menjadi tanda tanya kita, mengapa banyak orang justru merasa berat atau bahkan merasa tersiksa ketika melakukan ketaatan? Bisa jadi, bahkan termasuk kita, seringkali masih menganggap ketaatan itu sesuatu yang sulit bagi kita. Lalu dimanakah nikmatnya iman itu?
Jamaah yang berbahagia,
Sejatinya kasus semacam ini juga dialami oleh fisik manusia. Seperti yang kita pahami, hampir semua orang yang mengalami sakit, dia akan susah makan, dan semua terasa pahit. Selezat apapun jenis makanan yang diberikan, orang sakit akan merasakannya sebagai sesuatu yang pahit. Soto pahit, sate pahit, bahkan sitipun pahit rasanya. Kenapa? Karena dia sedang sakit.
Seperti itu pula, orang yang sedang sakit hati dan mentalnya. Selezat apapun nutrisi yang diberikan, dia akan merasakan pahit dan berusaha menolaknya. Dengan ini kita bisa menemukan jawaban, mengapa banyak orang tidak merasakan nikmatnya iman? Karena kebanyakan manusia, hati dan jiwanya sedang sakit
 
.
Jamaah yang berbahagia,
Untuk bisa mengembalikan pada kondisi normal, tentu kita harus berusaha mengobati penyakit itu. Karena jika sakit ini dibiarkan, selamanya kita tidak bisa merasakan nikmatnya nutrisi dan makanan. Hati sakit yang dibiarkan, selamanya akan sulit untuk menikmati lezatnya iman.
Lalu bagaimana cara mengobati hati?
Imam Ibnul Qoyim, dalam karyanya Ighatsatul Lahafan (1/16 – 17) menjelaskan bahwa ada 3 teori pokok untuk mengobati sesuatu yang sakit. Teori ini juga digunakan dalam ilmu medis.
Dalam dunia medis, ketika seorang dokter hendak mengobati pasien, dia akan memberlakukan 3 hal:
Pertama, [حِفْظُ القُوَّة] menjaga kekuatan. Ketika mengobati pasien, dokter akan menyarankan agar pasien banyak makan yang bergizi, banyak istirahat, tenangkan pikiran, tidak lupa, sang dokter juga memberikan multivitamin. Semua ini dilakukan dalam rangka menjaga kekuatan fisik pasien.
Ibnul Qoyim menjelaskan, orang yang sakit hati, salah satu upaya yang harus dia lakukan adalah menjaga kekuatan mentalnya, dengan ilmu yang bermanfaat dan melakukan berbagai ketaatan. Hatinya harus dipaksa untuk mendengarkan nasehat dan ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan sunah, serta fisiknya dipaksa untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Karena ilmu dan amal, merupakan nutrisi bagi hati manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis riwayat Bukhari, memisalkan ilmu sebagaimana hujan dan hati manusia sebagaimana tanah. Karena hati senantiasa butuh nutrisi berupa ilmu.
Kedua, [الحِمَايَة عَنِ الـمُؤْذِى] melindungi pasien dari munculnya penyakit yang baru atau sesuatu yang bisa memparah sakitnya.
Dalam mengobati pasien, tahapan lain yang dilakukan dokter adalah menyarankan pasien untuk menghindari berbagai pantangan sesuai jenis penyakit yang diderita pasien.
Hal yang sama juga berlaku untuk penyakit hati. Seperti yang dijelaskan Ibnul Qoyim, orang yang sakit harus menghindari segala yang bisa memperparah panyakit dalam hatinya, yaitu dengan menjauhi semua perbuatan dosa dan maksiat. Dia hindarkan dirinya dari segala bentuk penyimpangan. Karena dosa dan maksiat adalah sumber penyakit bagi hati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan bagaimana bahaya dosa bagi hati manusia,
إِنَّ العَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ» {كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}
Sesungguhnya seorang hamba, apabila melakukan perbuatan maksiat maka akan dititikkan dalam hatinya satu titik hitam. Jika dia meninggalkan maksiat itu, memohon ampun dan bertaubat, hatinya akan dibersihakn. Namun jika dia kembali maksiat, akan ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar-raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya, (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.’ (HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnauth).
Ketiga, [اِسْتِفْرَاغُ الـمَوَاد الفَاسِدَة] menghilangkan penyakit yang ada dalam dirinya
Tahapan terakhir, setelah dokter memastikan jenis penyakit yang diderita pasien, dokter akan memberikan obat untuk menyerang penyakit itu. Dokter akan memberinkan antibiotik dengan dosis yang sesuai, atau obat lainnya yang sesuai dengan penyakit pasien.
Di bagian akhir keterangannya untuk pembahasan ini, Ibnul Qoyim menjelaskan bahwa cara untuk menghilangkan penyakit yang merusak hati adalah dengan banyak bertaubat, beristighfar, memohon ampunan kepada Allah. Jika kesalahan itu harus ditutupi dengan membayar kaffarah maka dia siap membayarnya. Jika terkait dengan hak orang lain, diapun siap dengan meminta maaf kepadanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan,
التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ، كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ
Orang yang bertaubat dari satu perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa itu. (HR. Ibn Majah).
Karena dengan taubat, berarti dia menghilangkan penyakit hati berupa dosa dalam dirinya.
Jamaah yang kami hormati,
Obat yang diberika seorang dokter akan berbeda-beda sesuai dengan jenis dan tingkat penyakit yang diderita pasien.
Dokter akan memberikan penanganan lebih, ketika sakit yang diderita pasien cukup parah, bahkan sampai harus rawat inap di ICU atau bahkan CCU. Dengan rentang waktu berbeda-beda, atau bahkan pemberian obat tanpa batas waktu. Termasuk treatment operasi dan ampuntasi.
Sama halnya dengan mereka yang sakit hatinya. Jika penyakit yang diderita sangat parah, karena pelanggaran yang dilakukan adalah dosa besar, syariat memberikan treatment sampai pada taraf hukuman had, seperti cambuk, potong tangan, pengasingan, qishas, denda, hingga rajam.
Sebagaimana anda tidak dibenarkan untuk menuduh dokter kejam karena melakukan bedah operasi atau amputasi. Anda juga sangat tidak dibenarkan mengatakan islam kejam karena memberikan hukuman kematian.
wallaahu a’lam. 
Semoga Allah melindungi kita dari segala penyakit hati yang berbahaya, dan menjadikan hati kita, hati yang sehat, yang bisa merasakan lezatnya iman, islam, dan amal soleh.. Aamiin..
Wassalaam..

Top