Mempersulit diri
adalah permasalahan dramatisasi yang dilakukan oleh kita pada perilaku
sehari-hari kita ketika mendapat masalah atau suatu perkara, sehingga ketika
masalah datang dan menghampiri kita, kita merasa tidak nyaman dan kebingungan
padahal jika kita menempuhnya dengan hati yang sabar, pikiran jernih dan
menempuhnya tidak dengan mempersulit diri maka InsyaAllah semua masalah yang
sedang anda hadapi akan terasa baik-baik sahaja. Kita disini adalah Islam dan
BUKAN KTP !!!.
*Apakah islam pernah menyuruh kita untuk berkeluh
kesah terhadap masalah yang sedang kita hadapi??
Kita ambil
contoh aja deh yang terhangat ditahun ini ..
Anggota DPR kisruh diruang DPRnya sendiri :D
sampai-sampai masalah tersebut rujuk karena adanya Musyawarah antara dua kubu Betul gak sih?? :D .. Pokoknya masih banyak
contoh yang lain dilingkungan sekitar kita.
Ingat ketika
masalah menghampiri bukan kita yang harus Depresi ataupun Pusing sendiri, !
AllahuAkbar.
AlLah Subhanahu Wa Ta’AlLa Berfirman dalam Q.S
As-syuraa ayat 38
“Dan bagi
orang-orang yang mematuhi seruan ALLAH Subhanahu Wa Ta’AlLa dan melaksanakan
Shalat, serta memutuskan urusan mereka dengan MUSYAWARAH diantara mereka. Mereka
menginfaqkan sebagian Rezeki yang kami berikan kepada mereka”
Kalo bacaannya cari sendiri ya :D
Dalam ayat tersebut ALLAH Subhanahu Wa Ta’AlLA seterusnya SWT menjelaskan tentang MUSYAWARAH yang harus dilakukan oleh setiap umatnya baik itu musyawarah untuk suatu perkumpulan ataupun perkumpulan, hehehe ... agar masalah atau suatu perbedaan bisa diselesaikan tanpa harus mengeluarkan emosi. Yang terpenting dan yang harus digaris bawahi dalam ayat tersebut adalah......
“serta memutuskan urusan mereka dengan MUSYAWARAH
diantara mereka”.
dan ingat jangan sampai karena ada satu masalah
yang membuat diri kita sulit!!, berdo'a dan tetap berdo'alah pada sang maha
Pencipta, Bahwa masalah yang sedang kita hadapi adalah ujian dan takdir terbaik
yang Allah berikan kepada kita.
so... harus tunggu apa lagi??
#Jika sudah tahu jangan
lupa untuk dilakukan ya >> . semoga bermanfa’at


No comments: