1. Orang yang mempelajari, mengajarkan, dan mengamalkan Al-Qur`an termasuk
insan yang terbaik, bahkan ia akan menjadi Ahlullah (keluarga Allah).
Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda.
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkanya” [HR
Bukhari]
أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ ..رواه النسائى وابن ماجة
والحاكم بإسناد حسن)
Ahli Al-Qur`an adalah Ahlullah dan merupakan kekhususan baginya [HR. An-Nasa`i, Ibnu
Majah, Al-Hakim. Lihat: Kitab Minhajul Muslim. hal. 70]
2. Mendapatkan Syafaat dari Al-Qur`an pada hari kiamat.
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا
لِأَصْحَابِهِ
Bacalah Al-Qur`an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberikan
syafaat bagi pembacanya”.[Ahlul Qur’an atau Shahibul Qur’an adalah orang yang
membaca (mempelajari) Al- Qur’an dan mengamalkan hukum-hukumnya serta beradab
dengan adab-adabnya. Lihat Bahjatun Nazhirin II/225, 230 -Red] [HR. Muslim,
dari Abu Umamah Al-Bahili]
3. Shahibul Qur`an akan memperoleh ketinggian derajat disurga.
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ
تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُهَا
Dikatakan kepada Shahibul Qur`an (di akhirat): “Bacalah Al-Qur`an dan
naiklah ke surga serta tartilkanlah (bacaanmu) sebagai mana engkau tartilkan
sewaktu di dunia. Sesungguhnya kedudukan dan tempat tinggalmu (di surga)
berdasarkan akhir ayat yang engkau baca”. [HR. Imam Tirmidzi, Abu Dawud, dari
Abdillah bin Amru bin Ash Radhiyallahu 'anhuma] [Hadits ini dihasankan oleh
Syeikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin II/230, no:1001-Red]
4. Orang yang membaca Al-Qur`an akan mendapatkan pahala yang
berlipat-lipat.
Firman Allah Azza wa Jalla.
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَأَنفَقُوا
مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ .
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan
shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada
mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan
yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka
dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. [Al-Fathir:29-30]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ
بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ
حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an) maka dia
akan memperoleh satu kebaikan dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh
kebaikan yang semisalnya. Saya tidak mengatakan (الم)
itu satu huruf, akan tetapi (ا) satu huruf dan (ل) satu huruf seta (م) satu huruf”. [HR. At-Tirmidzi, Ad-Darimi dan
lainya; dari Abdullah bin Mas`ud Radhiyallahu 'anhu] [Hadits ini dishahihkan
oleh Syeikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin II/229, no:999-Red].
Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي
يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Orang yang Mahir membaca Al-Qur`an akan bersama para Malaikat yang Mulia,
sedangkan orang yang membaca (Al-Qur`an) dengan terbata-bata dan mengalami
kesulitan dalam membacanya, maka dia akan mendapatkan dua pahala. [HR. Muslim
dalam Shahihnya dari `Aisyah Radhiyallahu 'anha]
5. Sakinah (ketenangan) dan rahmat serta keutamaan akan diturunkan kepada
orang-orang yang berkumpul untuk membaca Al-Qur`an.
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ
اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ
وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ
فِيمَنْ عِنْدَهُ
Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah Azza wa Jalla untuk
membaca Kitabullah (Al-Qur`an) dan mereka saling mempelajarinya kecuali sakinah
(ketenangan) akan turun kepada mereka, majlis mereka penuh dengan rahmat dan
para malaikat akan mengelilingi (majlis) mereka serta Allah akan menyebutkan
mereka (orang yang ada dalam majlis tersebut) di hadapan para malaikat yang di
sisi-Nya. [HR. Muslim]
6. Bacaan Al-Qur`an merupakan “Hilyah” (perhiasan) bagi Ahlul Iman
(orang-orang yang beriman).
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْأُتْرُجَّةِ
رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ
الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ
الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ
وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ
كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ
Perumpamaan orang mu`min yang membaca Al-Qur`an laksana buah “Al-Utrujah”
(semacam jeruk manis) yang rasanya lezat dan harum aromanya, dan perumpamaan
orang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an ibarat buah “At-Tamr” (kurma) rasanya
lezat dan manis namun tidak ada aromanya, dan perumpamaan orang munafiq yang
membaca Al-Qur`an ibarat “Ar-Raihanah” (sejenis tumbuhan yang harum) semerbak
aromanya (wangi) namun pahit rasanya, dan perumpamaan orang munafiq yang tidak
membaca Al-Qur`an ibarat buah “Al-Handhalah” (nama buah) rasanya pahit dan
baunya tidak sedap”. [HR. Bukhari, Muslim dari Abi Musa Al-Asy`ary
Radhiyallahu 'anhu].
Dan diriwayatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga
mengibaratkan bagi orang mukmin yang tidak pernah membaca Al-Qur`an (tidak ada
bacaan Al-Qur`an didadanya) ibarat rumah yang tak berpenghuni; gelap, kotor,
seolah-olah akan roboh.
إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ
الْخَرِبِ
Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya (hatinya) tidak ada bacaan
Al-Qur`an (yakni tidak memiliki hafalannya) ibarat sebuah rumah yang hendak
roboh. [HR. At-Tirmidzi, dan lainya] [Tetapi hadits ini didha’ifkan oleh Syeikh
Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin II/230, no:1000, sehingga tidak bisa
dijadikan hujjah. -Red]
7. Orang yang berhak menjadi imam shalat adalah orang yang paling banyak
hafalan Al-Qur`an dan luas pengetahuannya terhadap ilmu-ilmu Al-Qur`an.
يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ
Orang yang paling berhak menjadi imam (dalam shalat) adalah orang yang
paling pandai membaca Al-Qur`an. [HR. Muslim]
8. Boleh hasad kepada orang yang ahli Al-Qur`an dan mengamalkannya.
لَا حَسَدَ إِلَّا عَلَى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ هَذَا الْكِتَابَ
فَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ
مَالًا فَتَصَدَّقَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ
Tidak boleh hasad* kecuali kepada dua orang : (1) Seseorang yang dikaruniai
Al-Qur`an oleh Allah Ta’ala, kemudian ia melaksanakannya, di waktu siang maupun
malam. (2) Seseorang yang dikaruniai harta oleh Allah kemudian ia bershadaqah
dengannya di waktu siang maupun malam. [HR. Muslim]
* Yang dimaksud adalah ghibthah, yaitu: menginginkan kebaikan seorang tanpa
menginginkan hilangnya dari orang tersebut-Red
9. Membaca dan memahami Al-Qur`an tidak bisa disamai oleh kemewahan harta
duniawi.
أَفَلَا يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمُ أَوْ يَقْرَأُ
آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ
وَثَلَاثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلَاثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ
أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الْإِبِلِ
Tidakkah salah seorang di antara kamu berangkat ke masjid untuk mengetahui
atau membaca dua ayat dari Kitabullah lebih baik baginya daripada dua onta, dan
tiga (ayat) lebih baik baginya dari pada tiga (onta), dan empat (ayat) lebih
baik baginya dari pada empat (onta), begitu seterusnya sesuai dengan jumlah
(ayat lebih baik) dari onta. [HR. Muslim dari ‘Uqbah bin Amir]
10. Tilawah Al-Qur`an akan dapat melembutkan hati bagi pembacanya atau
orang yang mendengarkanya dengan baik.
11. Kedua orang tua akan dihiasi dengan mahkota pada hari kiamat.
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا
يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ
الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عَمِلَ بِهَذَا
فيقولان: بم أعطينا هذا؟ فيقال: بأخذ ولد كما للقرآن. (رواه أبو داود في
الوتر(1456) وأحمد في مسنده (15218) والحاكم في المستدرك (2086) وقال: صحيح الإسناد
ولم يخرجاه).
Barangsiapa membaca Al-Qur`an dan mengamalkannya, maka -pada hari kiamat-
akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya sebuah mahkota yang berkilau, yang
sinarnya lebih baik dari sinar mentari, maka keduanya berkata: “Mengapa kami
diberi mahkota ini? Maka dikatakan: “Karena anakmu mengambil (membaca dan
mengamalkannya) Al-Qur`an”. [HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Al-Hakim] [Tetapi
Syeikh Abdul Qadir Al-Arnauth mengomentari hadits ini di dalam tahqiq kitab
At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’an, hal:16: “Isnadnya dha’if”. Demikian juga
didha’ifkan oleh Syeikh Al-Albani di dalam kitab Dha’if Jami’ush Shaghir
no:5762; Al-Misykat no:2139 dan Dha’if Abi Dawud no:239. Maka tidak bisa
dijadikan hujjah -Red]
TRIK MUDAH MENGKHATAMKAN AL-QUR’AN DI BULAN RAMADHAN
Al-Qur’an itu kurang lebih terdiri dari 600 halaman. Jika Anda bagi untuk
30 hari, maka hasilnya: 20 halaman per-hari
Awalnya mungkin terkesat agak keberatan. Target konsisten 20 halaman
per-hari itu di luar kebiasaan. Tapi, ternyata jika Anda bagi untuk setiap
waktu shalat fardhu, maka beban berat itu akan menjadi terasa ringan insya
Allah. Berarti 20 dibagi 5, kan?
20 : 5 = 4 halaman
Berarti 2 LEMBAR [4 halaman] sebelum dan setelah shalat
Boleh 1 lembar sebelum shalat dan 1 lembar setelah shalat, atau 2 lembar
sekaligus setelah shalat.
Seandainya Anda konsisten melakukannya, maka sebuah kepastian bahwa Anda
akan mengkhatamkannya. Betul betul betul?
Selamat mengamalkan!
Selesai? Belum. Trik di atas bagi yang ingin mengkhatamkannya SEKALI. Jika
ingin khatam DUA KALI, maka lipat duakan caranya.
Bayangkan jika setiap orang membaca trik ini dan mereka berhasil
mengkhatamkan Al-Qur’an…bayangkan pahala yang akan Anda raih nantinya…dengan
segala kelipatannya.
Bagi yang berkenan, dipersilahkan co-pas cara di atas, dishare, disebarkan.
KARENA:
Jika Anda menyebarkan pesan di atas, dan satu orang mengikuti cara tersebut [ia membaca Al-Qur'an 30 juz], maka insya Allah pahala si pembaca masuk dalam akun tabungan/investasi Anda untuk hari nanti.
Jika Anda menyebarkan pesan di atas, dan satu orang mengikuti cara tersebut [ia membaca Al-Qur'an 30 juz], maka insya Allah pahala si pembaca masuk dalam akun tabungan/investasi Anda untuk hari nanti.
Dan jangan sia-siakan kesempatan beramal di Ramadhan; yang pahalanya
berlipat-lipat.
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang
menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.” [HR
Muslim, 3509]


No comments: